Home Blog

Dekan FIKP UMRAH jadi Pembicara Riset Mikroplastik di Shanghai, China

0

Shanghai, China – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) semakin diperhitungkan di rantau Asia-Pasifik. Dekan FIKP UMRAH,  Dr. Agung Dhamar Syakti dijemput sebagai pembicara tamu pada Workshop bertaraf Internasional yang dilaksanakan UNESCO-IOC Sub-Commission for the Western Pacific (WESTPAC) dengan East China Normal University sebagai Tuan Rumah pelaksanaan pada tanggal 15-17 Oktober 2018 di Vienna International Hotel,Shanghai-China. IOC sendiri adalah singkatan dari Intergovermental Oceanographic Commision.

Kegiatan hari pertama, Senin(15/10) adalah Simposium Internasional yang bertajuk “Symposium on Distribution, Source, Fate and Impact of Marine Microplastics in Asia and the Pacific” yang memberikan informasi terkini riset-riset tentang mikroplastik baik terkait pendekatan pendugaan, metodologi, tehnik identifikasi dan juga dampak pada skala lokal dan global.

Dalam Simposium ini, Dekan FIKP, Dr. Syakti memaparkan hasil risetnya terkait dampak mikroplastik terhadap species karang dalam hal ini adalah Acropora formosa.

“Riset ini adalah yang pertama di Indonesia bahkan di Dunia” tulis Dr. Syakti kepada Editor umrah.ac.id melalui Surat elektronik yang dikirimkan dari Shanghai.

Sedangkan Hari kedua, Selasa(16/10) dan hari ketiga, Rabu(17/10) adalah Workshop yang digunakan untuk melakukan review hasil riset yang dilangsungkan satu tahun terakhir dengan menggunakan metode standard yang dikembangkan bersama-sama para pakar dari berbagai negara termasuk Dekan FIKP UMRAH yang difasilitasi oleh IOC-WESTPAC pada Workshop Perdana di Phuket, Thailand pada tahun sebelumnya.

Pelaksanaan Workshop ini juga untuk menyamakan persepsi dan metodologi yang mengharmonisasikan riset-riset mikroplastik. Selain itu juga dibahas tentang problem dan tantangan, lessons learned dan peluang kerjasama riset mikroplastik untuk riset-riset lanjutan.

Hasil dari kegiatan ini adalah dibukukannya panduan sampling dan analisis mikroplastik di sedimen pantai (Guideline for Sampling and Analysis of Microplastics in Beach Sediment).

Dari Indonesia sendiri, Selain Dr. Syakti, juga turut diundang Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian, Dr. Zainal Arifin dan Peneliti dari Pusat Penelitian Laut Dalam-LIPI, Dr. Corry Yanti Manullang.

Dekan FIKP UMRAH, Dr. Syakti di hadapan para peserta dari berbagai negara asia pasifik mengusulkan agar Workshop Ketiga tentang mikroplasik dapat disejalankan dengan Konferensi Internasional IOC WESTPAC 2020 yang akan diikuti 700 ilmuwan di kawasan Asia Pasifik dapat dilaksanakan di Tanjungpinang dengan UMRAH sebagai tuan rumahnya.(ADS)

Editor : Adi Pranadipa

FIKP UMRAH jadi Tempat Uji Kompetensi P2O LIPI untuk Wilayah Barat

0

Semarang- Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) resmi menetapkan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan(FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Sewaktu Wilayah Barat Indonesia untuk penilai kondisi terumbu karang, ikan karang, megabenthos, lamun dan mangrove.

Surat Keputusan Penetapan TUK Sewaktu LSP P2O LIPI sekaligus penyerahan aset resmi diserahkan Kepala P2O LIPI, Dr. Dirhamsyah kepada Wakil Dekan I, FIKP UMRAH, Chandra Joe Koenawan, M.Si yang sekaligus menjabat sebagai Ketua TUK FIKP UMRAH.

Dalam sambutannya, Ketua LSP P2O LIPI, Triyono, M.Si menyatakan pembentukan TUK sewaktu ini dapat dijadikan tempat uji kompetensi sewaktu-waktu jika LSP P2O LIPI akan melaksanakan uji kompetensi, khususnya menjadi tempat uji kompetensi di wilayah barat Indonesia.

“Uji kompetensi dimaksudkan untuk menilai SDM yang apakah memiliki kompetensi dalam menilai kondisi terumbu karang, ikan karang, megabenthos, lamun dan mangrove” ujar Triyono.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala P2O LIPI, Dr. Dirhamsyah dalam kata sambutannya menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan SDM dengan kompetensi sebagai penilai kondisi terumbu karang, ikan karang, megabenthos, lamun dan mangrove, maka dilakukan dengan pendekatan penguatan kapasitas melalui kegiatan pelatihan dan/atau pendidikan khusus montoring kesehatan terumbu karang dan ekosistem terkait.

Sedangkan kecakapan tenaga penilai harus dapat diukur dan diuji untuk mendapatkan pengakuan dan penerimaan melalui proses penilaian kompetensi atau sertifikasi yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi

“Maka itulah LSP P2O LIPI dibentuk untuk menjadi lembaga yang dapat menilai SDM tersebut kompeten atau belum kompeten dalam melakukan penilaian ekosistem terumbu karang dan ekosistem terkait.” Ujar Dr Dirhamsyah

Kemudian Dr. Dirhamsyah Berharap Universitas-universitas yang telah melakukan kerjasama dengan P2O LIPI dapat menjadi simpul-simpul TUK LSP P2O LIPI.

Selain FKIP UMRAH, FPIK UNDIP (Semarang) juga ditetapkan sebagai TUK di wilayah tengah, Sedangkan FPIK UNSRAT (Manado) sebagai TUK di wilayah timur Indonesia.

Kontributor : Dedy Kurniawan/FIKP
Editor : Adi Pranadipa(Web Editor)

UMRAH dan Pemkab Lingga Kembangkan Klaster Inovasi PUD Hasil Perikanan

0

Daik Lingga – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lingga untuk mendukung pengembangan Klaster Inovasi Produk Unggulan Daerah (PUD) Hasil Perikanan Kabupaten Lingga.

Berkenaan dengan itu, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lingga mengundang UMRAH yang diwakili oleh Wakil Rektor II dan Kepala Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LP3M) sebagai narasumber kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tajuk terkait bertempat di ruang rapat kantor Bappeda Lingga di Daik, Rabu(10/10).

Focus Group Discussion ini merupakan rangkaian kegiatan untuk melaksanakan program yang didanai oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Provinsi Kepulauan Riau dengan fokus pengembangan Kabupaten Lingga merupakan salah satu Provinsi yang didanai untuk melaksanakan program tersebut.

“Diharapkan dengan program ini pengembangan industri hasil perikanan di lingga bisa terwujud, tentunya harus segera dibentuk kelompok kerja (Pokja) untuk mendorong percepatan pembuatan masterplan klaster inovasi tersebut” ujar Wakil Rektor II UMRAH, Agus Sutikno, M.Si dalam satu sesi FGD.

Dalam kesempatan yang sama Kepala LP3M UMRAH, Dr. Victor Amrifo juga menyampaikan komitmen kesiapan UMRAH dalam mendukung pengembangan klaster inovasi PUD Hasil Perikanan.

Kemudian, Dr. Victor juga mempresentasikan peta jalan Riset UMRAH serta inovasi dan teknologi yang telah dikembangkan oleh UMRAH yang dapat mendukung pengembangan klaster inovasi PUD Hasil Perikanan Kabupaten Lingga.

Program hibah pengembangan klaster inovasi PUD yang diselenggarakan oleh Ristekdikti ini sendiri merupakan program yang menitik beratkan pada kolaborasi model quadruple helix untuk mengembangkan klaster inovasi PUD. Model quadruple helix sendiri berarti kolaborasi yang padu antara Perguruan Tinggi, Bisnis, Asosiasi, dan Pemerintah dalam mengembangkan klaster inovasi PUD.

Kontributor: LP3M/Teraju Humas
Editor Teks : Adi Pranadipa (Web Editor)

Kabar UMRAH