Home Blog

Peran UMRAH sangat Vital untuk Pembangunan SDM Kepri

0
Dewan Pertimbangan UMRAH, Foto : HUmas Kepri

Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun membuka Rapat Dewan Pertimbangan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di ruang rapat Hotel Aston, Tanjungpinang, Jum’at (22/9).

Dalam sambutannya Gubernur mengatakan bahwa salah satu cara untuk mewujudkan Kepulauan Riau yang mampu bersaing di era modern saat ini adalah dengan mencetak kader-kader muda penerus bangsa dalam hal pendidikannya.

“Peran UMRAH sebagai Perguruan Tinggi di Kepri sangat vital untuk membangun sumber daya manusia di Kepri,” ujar Nurdin.

Dilanjutkan Nurdin bahwa untuk membentuk Kader-kader tersebut perlu komitmen yang tinggi dari Stakeholder terkait, apalagi saat ini Kepri memiliki kondisi Geografis yang mumpuni dan untuk mengembangkan hal tersebut maka perlu dukungan semua pihak, apalagi SDM nya, kedepan para pemuda-pemudi Kepri lah yang akan menjalankannya untuk itu pendidikan di Kepri harus terus dikembangkan semaksimal mungkin.

“Tidak ada artinya kita memiliki keunggulan geografis namun tidak dapat dikelola dengan baik dan benar, oleh karna itu peningkatan di bidang pendidikan dirasa perlu untuk menjadi salah satu unsur penopang,” lanjut Nurdin yang juga merupakan Ketua Dewan Pertimbangan UMRAH tersebut.

Terkait tema rapat yang diselenggarakan malam ini, Nurdin mengatakan bahwa untuk mencapai sebuah tujuan yang strategis dibutuhkan visi dan misi yang menjadi acuan dan tolok ukur agar jalan kedepan dapat sejalan dan tidak melenceng dari rencana awal.

“Tanpa visi misi dan pemikiran yang bertuju kedepan maka tujuan yang ingin kita capai tentu tidak akan tercapai maka dengan pertemuan seperti inilah menjadi momentum perubahan menjadi lebih baik kedepan,” tutup Nurdin.

Dalam rapat tersebut dibahas perubahan visi dan misi UMRAH serta ekspos masterplan pengembangan sarana dan prasarana kampus.

Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Syafsir Akhlus dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan rapat sendiri adalah untuk memaparkan hasil-hasil apa saja yang sudah di capai oleh UMRAH, rencana pembangunan kedepan serta rencana mengubah visi dan misi dari UMRAH.

“momentum seperti ini harus dapat dimaksimalkan dengan baik karna dari rapat inilah kita dapat menyatukan suara dan mengambil keputusan,” ujar Syafsir Akhlus.

Syafsir berharap juga dengan saran dan masukan yang didapat pada pertemuan ini dapat menjadi masukan yang berharga dalam pembangunan UMRAH.

Hadir pada kesempatan tersebut beberapa anggota dewan pertimbangan UMRAH seperti Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) RI Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio, Mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, Ketua BP3KR Huzrin Hood dan Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama R. Eko Suyatno. Hadir juga Wakil Rektor I dan II, Dekan serta dosen UMRAH. (kepriprov.go.id)

Pengumuman formasi CPNS Dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji

0

Berikut kami umumkan Pengumuman tentang penerimaan dosen CPNS Dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji tahun 2017;

Pengumuman Formasi CPNS Dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji

Deklarasi Nasionalisme Kebangsaan di Batas Negeri

0
Deklarasi Kebangsaan BKS PTN Barat bersama LANAL Batam

Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Indonesia Wilayah Barat mengelar Deklarasi Nasionalisme Kebangsaan di Pulau Nipah, Batam, Kepulauan Riau pada Kamis (8/9/2017).

Sebanyak 30 perwakilan Perguruan Tinggi Negeri anggota BKS PTN Wilayah Barat hadir dalam Deklarasi Nipah untuk menyampaikan tiga poin pernyataan sikap. Pertama, BKS PTN wilayah barat secara aktif memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika, mengamalkan Pancasila, mematuhi UUD 1945 serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kedua, melarang dan melawan segala bentuk faham radikalisme, ekstremisme, in-toleransi, anti Bhineka Tunggal Ika, serta segala kegiatan yang mengancam keutuhan NKRI.

Terakhir, BKS PTN wilayah barat berkomitmen tinggi menyelenggarakan pendidikan untuk membangun keilmuan dan karakter manusia indonesia menjadi insan yang bermoral, beretika, dan cerdas, berjiwa pancasila, patuh terhadap UUD 1945, memiliki semangat Bhineka Tunggal Ika, serta mampu mempertahankan keutuhan NKRI.

Ketua BKS PTN wilayah barat yang juga merupakan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji, Kepulauan Riau, Prof Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc mengatakan, deklarasi yang digelar di pulau terluar tersebut merupakan tidak lanjut dari instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di Istana Merdeka, Jakarta beberapa waktu lalu.

“Apel deklarasi di Pulau Nipah dihadiri 30 pimpinan perguruan tinggi (Rektor dan Wakil Rektor) dan perwakilan mahasiswa dari masing-masing perguruan tinggi ini bertujuan menguatkan ikatan silaturahmi PTN Anggota BKS serta mengembalikan nilai-nilai luhur pancasila serta UUD 45 dalam upaya menangkal faham-faham yang dapat membahayakan keutuhan NKRI,” ujarnya.

Syafsir Akhlus berharap terwujudnya satu visi yang sama dari perguruan tinggi anggota BKS PTN Barat dan kemudian kegiatan ini mampu menjadi “Role Model” bagi perguruan-perguruan tinggi lain di Indonesia.

Penyerahan Bibit Bakau oleh Rektor UMRAH kepada Menwa UMRAH untuk dilakukan penanaman (f.Yuli Hendri)

Usai deklarasi, di lokasi yang sama juga dilakukan penanaman bibit bakau. Sedikitnya 50 bibit bakau di tanam sebagai bentuk kepedulian BKS PTN wilayah barat terhadap lingkungan. disejalankan kegiatan Karya Bhakti TNI Angkatan Laut Th. 2017 dalam rangka Hari Jadi Ke-72 TNI AL yang diselenggarakan oleh Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) Batam.(Beto/Persmakreatif)

Editor Teks : Adi Pranadipa/ UPT Pusat TIK UMRAH
Foto: Yuli Hendri

Usai Bertemu MRPTNI, Presiden ingin Kunjungi UMRAH

0

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo belum lama ini, bertemu dan berdiskusi dengan Para Rektor perguruan tinggi Negeri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/8).

Para Rektor PTN yang tergabung dalam Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) itu adalah Prof.Dr.Ravik Karsidi, M.S. (UNS), Prof.Dr. Ir. Hery Suharyanto, M.Sc. (IPB), Prof.Dr.Ir. Kadarsih Suryadi, DEA (ITB), Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. (Unhas), dan Prof.Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc.(Universitas Maritim Raja Ali Haji – UMRAH).

Prof. Syafsir Akhlus, Rektor UMRAH sekaligus Wakil Sekretaris Jendral MRPTNI menuturkan, presiden menyampaikan keinginannya untuk berkunjung ke UMRAH.

Keinginan presiden ini disampaikan langsung usai rapat dan minta agar segera dikoordinasikan dengan Menristekdikti. Hal ini disebabkan ia menaruh minat yang cukup tinggi untuk pengembangan bidang maritim.

”Seperti konsep yang kita terapkan bahwa setiap jurusan mengarah kemaritiman, diantaranya ekonomi maritim, teknik, kelautan serta lainnya,” ujar Prof. Akhlus

Jadi mahasiswa nantinya bisa memajukan daerah-daerah di pulau. Diantaranya para mahasiswa sedang melakukan penelitian menghasilkan energi listrik dari matahari. Ini akan diterapkan di pulau-pulau yang hingga kini masih minim energi listrik dari PLN.

Pada pertemuan tersebut Presiden RI Joko Widodo memaparkan visi misi tentang tantangan dinamika bidang ilmu dan keahlian untuk masa depan. Sehingga, meminta agar perguruan tinggi Indonesia harus mampu mengantisipasi munculnya bidang ilmu dan keahlian baru yang berbeda dengan bidang ilmu dan keahlian klasik yang saat ini sedang dijalankan di perguruan tinggi masing-masing.

Presiden memberi arahan agar dibuka fakultas dan program studi yang merespon kebutuhan masa depan pembangunan nasional, seperti logistics platform, retail platform, digital media, artificial inteligence, dan sebagainya. Untuk itu, Presiden menekankan perlunya fleksibilitas dalam pembukaan program studi.

Dalam pertemuan itu juga, MRPTNI menyinggung soal kemanfaatan inovasi untuk pembangunan. MRPTNI mengusulkan kepada Presiden agar investor, swasta, maupun pemda yg memanfaatkan inovasi guna pembangunan perekonomian agar memperoleh insentif

”Selain itu, Pak Joko Widodo juga meminta kepada setiap pimpinan perguruan tinggi untuk meneguhkan kembali semangat berbangsa dan bernegara melalui empat pilar kebangsaan kepada para mahasiswa. Khususnya para mahasiswa baru angkatan 2017,” jelas Syafsir Akhlus, kemarin.

Pada sesi diskusi itu, presiden yang didampingi oleh Mensesneg Pratikno dan Menristekdikti, Mohammad Nasir membahas masukan-masukan yang disampaikan peserta rapat. Salah satunya yaitu Deklarasi Sumbawa yaitu usulan yang diajukan oleh Kelompok Kerja Forum Rektor Indonesia 2017 bidang Maritim yang diketuai oleh Rektor UMRAH Syafsir Akhlus. (MRPTNI/Humas)

Kabar UMRAH